Berstatus Non Petahana, Bupati Mamuju Ikuti Pembekalan Kepemimpinan Tahap Dua Dari Kemendagri

Melalui instruksi No.8 tahun 2021 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)  melakukan pembekalan kepemimpinan terhadap kepala daerah terpilih hasil Pilkada serentak tahun 2020.

Pembekalan yang dilakukan dengan metode Hybrid/Blended Learning yaitu gabungan metode tatap maya selama lima hari peserta  berada di daerah tempat masing-masing, dan metode klasika/tatap muka selama tiga hari di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu pembekalan tersebut, juga dibagi kedalam dua gelombang, yakni gelombang pertama yang dilakukan pada tanggal 7-11 juni 2021,di ikuti oleh bupati dan wakil bupati, atau walikota dan wakil walikota terpilih yang menyandang status sebagai petahana,

Sementara gelombang kedua yang dimulai sejak tanggal 14 sampai dengan 18 juni 2021, di khususkan pada kepala daerah non petahana, termasuk bupati mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi.

Terkonfirmasi usai mengikuti pembekalan pada jam pertama melalui virtual kemarin, Sutinah mengungkapkan, sangat mengapresiasi atas upaya Kemendagri melakukan pembekalan terhadap para kepala daerah, menurutnya akan sangat banyak pelajaran-pelajaran yang dapat diambil dan menjadi bekal dalam memimpin daerah dalam periode kepemimpinan masing-masing.

Pelajarannya sangat menarik, apalagi kelas ke dua ini di khususkan bagi non petahana,  jadi materi yang diberikan memang dikhususkan bagi mereka yang baru menjabat, terang Sutinah.

sejauh ini ia mengaku, cukup tertarik dengan salah satu materi yang diterima dengan judul “kepemimpinan dan etika pemerintahan, karena di dalamnya dijelaskan, pemimpin itu bukan keistimewaan tapi adalah tanggung jawab.

Sutinah berjanji selepas mengikuti pembekalan tersebut ia akan melakukan penyesuaian terhadap apa yang dapat dilaksanakan tentu akan segera dilaksanakan.